Berita Terbaru – Cina secara bertahap memulihkan fotonya. Dari sebuah negara yang ditandai sebagai titik fokus infeksi corona, saat ini merupakan negara yang memberikan bantuan kepada dunia. Banyak sekali kerudung wajah, kemajuan intrik rendah dan kelompok spesialis klinis dikirim ke berbagai negara. Seperti seorang individu yang telah melakukan kesalahan mematikan, Tiongkok berusaha menawarkan semacam perbaikan dengan hebat yang berbeda.

Negeri Tirai Bambu Ini Stahap Demi Setahap Menjelma Menjadi Negera Penyelamat

Mengungkap dari kantor berita AFP, Beijing telah menghujani negara-negara Eropa yang berjuang melawan infeksi corona, dengan berbagai macam bantuan. Jelas ini juga bagian dari kebijaksanaan negara Xi-Jinping. Sampai akhir ini, Negara “Panda” memberikan sejumlah besar kerudung dan paket tes ke Filipina dan Pakistan. Berbagai kelompok klinis tambahan dikirim ke Iran dan Irak, pada saat itu memperluas waktu kredit 500 juta dolar AS (sekitar Rp 8 triliun) ke Sri Lanka untuk pertempuran Covid-19.

Infeksi corona berkobar pertama kali muncul di kota Wuhan di Cina pada bulan ke dua balas tahun lalu . Cina dengan cepat dikuasai oleh meningkatnya jumlah kasus dan sejumlah besar kemunduran. Pada saat itu kondisinya beragam pada titik ini. Kamp Beijing mengatakan telah menghentikan penyebarannya, seperti dikonfirmasi oleh informasi pada Kamis (19/3/2020) yang mengindikasikan nol kasus perumahan baru. Bagaimanapun, di berbagai belahan dunia, negara-negara berjuang ekstra sulit untuk menaklukkan pandemi ini.

China juga berusaha membantunya dengan mengirimkan kerudung, persediaan klinis, dan spesialis. Apakah itu sederhana bagi Cina untuk membalikkan fotonya? Jelas tidak, dengan alasan bahwa pada akhir negara “Tirai Bambu” perlu memiliki perselisihan dengan Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump lebih dari satu kali menyebut infeksi corona sebagai “infeksi Cina”. Trump juga menyalahkan Cina karena tidak memberikan data secara langsung, sehingga jumlah kasus infeksi corona saat ini mencapai 240.000 di seluruh dunia.

Dalam wawancara publik, Kamis (19/3/2020), individu utama di negara “Paman Sam” mengatakan “dunia harus membayar konsekuensinya”. Tidak dapat dihindari, kalimat yang meninggalkan mulut Trump segera menyentuh percekcokan. Kementerian Luar Negeri Cina bereaksi pada Jumat (20/3/2020), dengan mengatakan bahwa AS berusaha “mengalihkan kekacauan” atas pandemi tersebut. Para ahli menyatakan debat ini telah menyebabkan Cina memiliki sedikit peluang untuk menempatkan dirinya sebagai pelopor pilihan di seluruh dunia, ketika AS sedang melakukan pemberantasan infeksi di daerahnya.

“Saat ini dengan administrator United State didorong oleh Trump lalai untuk memberikan reaksi global yang penting, dan persautan UEFA sedang banyak urusan dengan reaksi nasionalnya, China memiliki kesempatan untuk mengisi tempat yang tidak terisi.”