Berita Terbaru – Pada tahun 1859, Charles Darwin menjamin spesies makhluk hidup dengan variasi aneka yang lebih menonjol sejalan akan memberikan lebih banyak subspesies. Peringatan Siaga Ilmu Pengetahuan, Jumat (20/3/2020), Darwin menjamin kasus itu diklarifikasi dalam buku hariannya yang berjudul On the Origin of Species. Awalnya spekulasi Darwin dianggap tidak valid.

Mengagetkan ! Ternyata Apa Yang Di Pikirkan Oleh Darwin Ini Dapat Membuat Turunan Spesies Baru

Bagaimanapun, setelah lama sejak kematiannya, spekulasi Darwin akhirnya diakui sah. Analis dari University of Cambridge di London mengatakan bahwa penyelidikan Darwin juga secara langsung untuk makhluk yang berevolusi dengan baik, bahwa pekerjaan sub-spesies mamalia mungkin menjadi prioritas yang lebih tinggi daripada yang diduga sebelumnya.

“Pemeriksaan saya mengeksplorasi hubungan antara spesies dan varietas dalam subspesies mereka. Saya menemukan bahwa subspesies memiliki pekerjaan yang signifikan dalam unsur-unsur kemajuan jarak jauh dan dalam pengembangan spesies di kemudian hari,” jelas Laura van Holstein, seorang antropolog alami. Dalam terang klarifikasi van Holstein, konsekuensi dari penyelidikan, didistribusikan dalam Prosiding Royal Society B, dapat membantu spesialis dengan mencari tahu makhluk mana yang harus dipastikan untuk mengampuni perkembangan mereka. Darwin menyinggung prosedur itu sebagai bermacam-macam, yaitu tentang berkumpul di dalam suatu kelompok hewan dengan temperamen mereka sendiri dan melahirkan. Misalnya, jerapah utara memiliki tiga subspesies dan rubah merah memiliki 45 subspesies.

Subspesies rubah merah adalah yang paling tinggi di dunia makhluk. Sebaliknya, orang tidak memiliki subspesies. Teknik yang digunakan untuk menguji spekulasi Darwin adalah dengan melihat informasi karakterisasi makhluk, pada saat itu membedahnya dengan informasi tentang hewan berdarah panas dan subspesies makhluk untuk menentukan contoh. Informasi menunjukkan berbagai macam spesies dan subspesies saling berhubungan. Dalam setiap kasus, ada juga hal-hal berbeda yang ditemukan dari informasi, bahwa subspesies akan secara umum struktur dan kenaikan bergantung pada wilayah, misalnya tanah melalui laut.

Hubungan ini dilihat sebagai sesuatu yang solid pada makhluk-makhluk yang tidak ber-bumi dengan evolusi yang baik, yang hidup di laut atau udara, dengan tujuan agar tidak terpengaruh oleh penghalang fisik, misalnya, gunung. Untuk makhluk, misalnya, kelelawar dan lumba-lumba, sebagai lawan dipandang sebagai kemajuan dari spesies lama, akan semakin cocok untuk menyatakan bahwa itu adalah awal dari spesies lain. Pengumuman ini memunculkan isu-isu baru, khususnya dalam hal hubungan antara subspesies dan pengenalan spesies baru.