Berita Terbaru – Sebagai salah satu klub besar di eropa juventus yang harus menelan pil pahit saat menghadapi lyon dini hari tadi tak ayal membuat sang pelatih geram. Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, betul-betul meluapkan kekesalannya sesudah teamnya kalah 0-1 waktu berkunjung ke tempat Olympique Lyon. Laga Lyon versus Juventus adalah putaran pertama set 16 besar Liga Champions.

Ini Yang Buat Pelatih Juventus Kesal Bukan Kepalang Saat Hadapi Lyon

Duel seru Lyon versus Juventus selesai diadakan di Stadion Parc Olympique Lyonnais pada Kamis (27/2/2020) pagi hari WIB. Sarri menerangkan jika tampilan Cristiano Ronaldo cs lamban dalam menyalurkan bola. Bekas pelatih Chelsea itu bingung dengan perform yang diperlihatkan anak asuhannya. Walau sebenarnya dalam latihan, mereka dapat bermain bertambah cepat.

“Saya tidak memahami kenapa bola bergerak 2x bertambah cepat waktu latihan dibandingkan dengan kondisi waktu pertandingan,” kata Sarri pada Sky Sport Italia. “Saya tidak paham kenapa, saya tidak dapat membuat pada pemain mengerti utamanya menyalurkan bola secara cepat,” jelas ia memperjelas.

“Ini persoalan fundamen, kami selalu mengusahakan itu serta lambat atau cepat, ide itu akan berada di kepala mereka,” jelas Sarri cecar. Lebih jeleknya, Ronaldo dkk tidak dapat membuat satupun sepakan ke arah gawang dari 14 kali eksperimen.

Berdasar statisik, Juve benar-benar unggul perebutan bola dengan 64 %. “Saat bola itu lamban, Anda kehilangan urutan, Anda membuat musuh mendekatimu, mendesak serta mengambil bola itu,” tutur pelatih dari Napoli ini. “Saya tida berpikir desakan Lyon itu kuat. Kami cuma lamban, tidak memvariasi tempo.

“Saat Anda lakukan hal tersebut, terus jelas Anda tidak membuat apa-apa,” jelas Sarri memberikan tambahan. Jadi info, Juventus memang tidak demikian impresif pada set pertama. Tetapi di 45 menit selanjutnya, mereka lebih tampil agresif dibandingkan awalnya.

Namun, pertahanan Lyon benar-benar rapat serta susah ditembus oleh Paulo Dybala cs. “Set ke-2 lebih baik sebab bola bergerak sedikit bertambah cepat,” tutur ia. “Sedikit ada makin banyak pergerakan dari bola serta kami dapat mengurung mereka di kotak penalti. Terutamanya beberapa akhir pertandingan,” pungkasnya.