Berita Terbaru – Penentuan lokasi Medan Merdeka jadi tempat diadakannya Formula E dipandang mempunyai potensi mengganggu kegiatan publik. Dikabarkan awalnya, pemerintah pusat lewat Komisi Pengarah Pembangunan Lokasi Medan Merdeka pada akhirnya menyepakati pemakaian lokasi Monas untuk ajang balap Formula E.

Lokasi Formula E Sudah Menemukan Titik Terang

Surat tertanggal 7 Februari itu di tandatangani langsung oleh Menteri Sekretariat Negara Pratikono sebagai Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Lokasi Medan Merdeka. Surat itu diperuntukkan langsung pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sesudah mendapatkan kesepakatan dari pemerintah pusat, Pemerintah Propinsi DKI pasti lebih bebas menyiapkan ajang balap untuk seri Jakarta yang direncanakan digelar 6 Juni akan datang.

Pemprov DKI mempersiapkan trek selama 2,6 km. di lokasi Medan Merdeka, meliputi Monas. Rute yang digunakan melewati Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan Silang Merdeka Tenggara, masuk ke lokasi Monas, melingkari Jalan Titian Indah di Monas, ke arah Jalan Silang Merdeka Barat Daya, serta selesai kembali di Jalan Medan Merdeka Selatan. Arsitek Setiadi Sopandi menerangkan jika lokasi Medan Merdeka mempunyai peranan majemuk.

Tidak cuma untuk ruangan terbuka, Medan Merdeka mempunyai monumen cagar budaya. “Ada Gambir, terus ring satu Pemerintahan, dan jadi jalinan jalan raya. Jadi jika contohnya berlangsung suatu hal yang sifatnya insidentil itu semua jangan terusik. Ditambah lagi Gambir sifatnya statasiun transportasi menyambungkan antar kota serta propinsi,” kata Setiadi.

Setiadi mengharap Formula E tidak diadakan di lokasi Monas. Menurut dia, ada beberapa tempat lain yang dapat dipakai untuk mengadakan even itu. “Lagian saya fikir ini kontradiktif. Pelaksana yang sama yaitu Pemprov DKI di tahun tempo hari mengadakan sayembara pengaturan lokasi Monas, tetapi pada saat yang bertepatan faksi yang sama lembaga yang sama mengatakan ingin membuat Formula E disana,” papar Setiadi.

Setiadi mengharap Pemprov DKI dapat membahas lagi penentuan Monas jadi tempat penerapan Formula E. “Intinya sich Jakarta memiliki taktik seperti apa,” jelas Setiadi. Setiadi mengharap Pemprov DKI Jakarta dapat belajar dari penerapan Asian Games. “Mendatangkan moment itu baik bila diletakkan dalam tempat yang seharusnya seperti Asian Games di GBK contohnya,” papar Setiadi.

“Kita telah memiliki stadion dengan komplek olahraga yang besar yang sejauh ini tidak termanfaatkan secara baik. Adanya moment itu menjadi digunakan kembali jadi memiliki taktik baru untuk nantinya. Itu sebetulnya penyelesaian permasalahan dengan moment,” kata Setiadi.