Berita Terbaru – Studi genetika baru memaparkan bukti punahnya populasi paling akhir mammoth berbulu atau Mammuthus primigenius. Mammoth paling akhir di dunia ini nyatanya selesai ironis. Periset menyebutkan populasi gajah purba ini tidak cuma terisolasi, dan juga menanggung derita penyakit.

Mengenal Mammoth Sebelum Mereka Punah

Bukti ini berdasar analisa genom sisa-sisa mammoth berusia 4000 tahun yang diketemukan di Pulau Wrangel, satu pulau terpencil yang terdapat di terlepas pantai Siberia di samudera Arktik. Periset selanjutnya memperbandingkannya dengan DNA yang diambil dari dua Mammoth purba lain yang lebih tua, dan DNA dari tiga gajah Asia kekinian, seperti merilis Inverse, Sabtu (8/2/2020).

Analisa sukses mengutarakan bila populasi mammoth di Pulau Wrangel terisolasi karena air laut naik. Menariknya, habitat di pulau tersebut sebetulnya wajar huni buat mammoth. Tetapi kenapa pada akhirnya mammoth tidak dapat bertahan serta malah punah?

Nyatanya status mereka yang terisolasi itu jadi sumber musibah. Karena, keadaan isolasi membuat banyak berlangsung perkawinan sedarah antar mammoth yang umumnya ke arah pada peluang cacat genetik serta penyakit.

Selanjutnya, keadaan itu berperan pada kepunahan populasi. Hingga beberapa tahun paling akhir kehadiran mereka dari muka Bumi, peluang Mammoth bawa rangkaian perubahan genetik yang beresiko. Hal itu membuat mammoth kesusahan bertahan hidup serta percepat kematian mereka.

“Kami temukan perubahan mengubah peranan gen mammoth yang peluang membuat penyakit,” papar Vincent Lynch, periset dari University of Buffalo. Riset yang diterbitkan di jurnal Genome Biology and Evolution itu menyebutkan gen mammoth mempunyai permasalahan dengan perubahan neurologis.

Serta, tidak itu saja, merilis Gizmodo, permasalahan kesuburan pada mammoth jantan, serta masalah indera penciuman, yaitu ketakmampuan untuk mengetahui aroma bunga jadi permasalahan yang ditemui gajah purba ini. Itu jadikan satu siklus yang mengerikan, dimana jumlahnya populasi yang lebih rendah menyulitkan pemulihan gen.

Berarti, mammoth keseluruhannya lebih susah untuk kembali bangkit. Cuma permasalahan waktu sebelum mammoth pada akhirnya menjumpai ajalnya. Periset tidak cuma memberi deskripsi yang lebih jelas tentang apa yang berlangsung pada mammoth paling akhir. Penemuan itu sekaligus juga jadi peringatan pada spesies yang hidup di masa ini.

Karena, beberapa spesies ada juga yang alami penurunan serta isolasi akibatnya karena perambahan rimba, pemburuan, serta perkembangan iklim. “Tidak hanya memperlihatkan mammoth paling akhir adalah populasi yang tidak sehat, studi ini adalah peringatan pada spesies yang terancam punah. Bila populasi mereka masih kecil, akumulasi perubahan yang jelek dapat berlangsung serta bisa berperan pada kepunahan mereka,” lebih Lynch.