Berita Terbaru – Periset temukan kehidupan mikroskopis pada suatu gelembung es yang gampang terbakar. Gelembung ini mungkinkah bisa jadi kunci untuk tahu kehidupan di exoplanet? Dalam pelajari es yang yang gampang terbakar, beberapa periset sudah temukan gelembung mikroskopos dalam materi aneh yang memiliki kandungan kehidupan di dalamnya.

Gelembun Es Sudah Ditemukan Para Periset Akankah Ada Kehidupan Di Exoplanet

Penemuan ini, seperti merilis dari Ruang, Sabtu (8/2/2020), diklaim bisa memverifikasi kehidupan di luar Bumi. Es yang gampang terbakar atau metana hidrat, dibikin saat has metana terjebak dalam susunan molekul es.

Susunan gas serta es beku ini memiliki kandungan gelembung minyak serta air mikroskopis. Dalam satu studi baru menerangkan beberapa ilmuwan pelajari es yang gampang terbakar di Laut Jepang serta temukan makhluk hidup mikroskopis di gelembung-gelembung kecil.

Penemuan itu datang dari studi kyang dikerjakan Profesor Ryo Matsumoto dari Meji University di Jepang. Riset ini sendiri mempunyai tujuan untuk tahu apa es yang gampang terbakat bisa dipakai jadi sumber green energy. Riset ini temukan hal tersebut secara unik.

Glen T. Snyder, seorang periset dari Meji University serta penulis penting studi ini, coba meluluhkan hidrat untuk mempelajarai gas metana yang terdapat di dalamnya. Snyder memerhatikan bubuk dengan sedikit spheroids mikroskopis yang berisi bola-bola kecil dengan pokok gelap di dalamnya. Penemuan itu benar-benar aneh, hingga ia kumpulkan teamnya untuk menyelidiknya selanjutnya.

“Dalam gabungan dengan bukti lain yang disatukan team saya, hasilnya memperlihatkan kehidupan yang bertumbuh di gelembung es itu,” papar Stephen Bowden dari University of Aberdeen’s School of Geosciences di Skotlandia, rekanan penulis studi ini. Serta, katanya, dibawah suhu yang benar-benar dingin, pada desakan yang benar-benar dingin, dengan cuma minyak serta air asin jadi sumber makanan, kehidupan di gelembung es itu masih bertumbuh. Jadi, bagaimanakah cara kerja untuk cari kehidupan di luar Bumi?

Metana dalam metana hidrat didapati tercipta jadi mikroba yang mendegradasi bahan organik di fundamen laut. Namun yang tidak tersangka yaitu mikroba terus tumbuh serta membuahkan spheroid itu, walau selama waktu diisolasi dalam kantong kecil yang dingin serta gelap. “Tentunya ini memberi putaran positif ke beberapa tempat gelap yang dingin, serta buka panduan menarik mengenai kehadiran kehidupan di planet lain,” jelas Snyder.

Dalam makalah riset yang diedarkan 5 Februari di jurnal Scientific Reports ini, Bowden memberikan tambahan penemuan itu kemungkinan bisa jadi panduan penting penelusuran kehidupan di exoplanet. Seandainya, lanjut Bowden, mereka mempunyai es serta sedikit panas, semua planet yang dingin bisa memuat habitat mikro buat mikroba yang membuat bintang kematian mereka sendiri. “Dan mereka dapat membuat atmosfer serta ekosistem kecil mereka sendiri seperti yang kami dapatkan (panduan kehidupan di exoplanet) di sini,” jelas Bowden.