Berita Terbaru – Makanan sehat akan tetap jadi trend makanan di tahun 2020. Hal itu dapat dikerjakan dengan mengendalikan konsumsi karbohidrat untuk jalani skema makan sehat.Skema makan sehat adalah usaha untuk memperoleh kesehatan pada tubuh. Dalam jalankan skema makan sehat tentu saja dibutuhkan tipe makanan yang memiliki kandungan gizi sama.

Ini Pandangan Dari Pakar Gizi Perihal Metode Diet Rendah Karbohidrat

Irtya Qiyamulail, seorang edukator bagian gizi di Asosiasi Pelatih Kesehatan Indonesia (APKI) menjelaskan jika skema makan sehat bukan sekedar datang dari satu tipe makanan saja, tetapi bermacam. Hal itu sudah dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan.

“Ada dari sumber makanan yang memiliki kandungan karbohidrat, protein harus juga tercukupi baik dari sayuran atau buah-buahan. Diluar itu konsumsi air putihnya harus juga dipenuhi, minimum 8 gelas dalam satu hari,” papar Irtya Qiyamulail pada wartawan.

Dalam jalani skema makan sehat, penting dikerjakan pengontrolan. Hal itu ditujukan supaya jumlahnya konsumsi nutrisi tidak terlalu berlebih. Ukuran konsumsi nutrisi itu pun tidak dapat digeneralisasi, sebab semasing individu punya keadaan badan yang berlainan.

“Contohnya pada konsumsi karbohidrat pada seorang biasa akan berlainan dengan olahragawan yang makin banyak beraktivitas berat. Diluar itu unsur lain seperti umur serta tipe kelamin memastikan berapa banyak ukuran nutrisi yang diperlukan badan,” katanya.

Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) konsumsi karbohidrat baik untuk wanita ialah 292 gr /hari, sesaat untuk lelaki sekitar 240 gr /hari. Mengingat itu, konsumsi karbohidrat tentu saja tidak bisa terlalu berlebih dan tidak bisa kekurangan.

Hal terseut menunjukkan jika diet rendah karbohidrat atau serta non karbohidrat benar-benar tidak dianjurkan untuk dikerjakan. Hal itu dibetulkan oleh Irtya Qiyamulail.

“Diet dengan batasi konsumsi karbohidrat yang benar-benar rendah akan membahayakan buat kesehatan badan. Sebab badan memerlukan karbohidrat untuk memperoleh daya, saat kekurangan konsumsi karbohidrat badan akan mulai merusak lemak serta melepas keton,” tuturnya.

Selanjutnya, dia menerangkan jika keton itu yang nanti dapat beresiko untuk badan. Sebab bisa mengakibatkan dehidrasi serta mengubah kesetimbangan kimiawi darah hingga berpengaruh jelek buat kesehatan.