Berita Terbaru – Seiring berkembangnya tehnologi, kita tidak selaanya perlu memakai uang secara fisik, tapi dapat memakai uang elektronik. Memiliki bentuk bisa berupa e-money atau e-wallet ( dompet digital). Sekarang ada banyak penyuplai layanan dompet digital dengan segala promosinya, membuat beberapa orang tergiur memakainya secara berlebihan.

Lakukan Lah 3 Langkah Ini Agar Anda Bisa Bijak Menggunakan Dompet Digital Anda

Beberapa yang umum dipakai diantaranya OVO, Gopay, Dana, Link Saja, Genius, serta yang lain. Tetapi, hati-hatilah sebab kita bisa kebablasan dalam memakainya, lho. Baca panduan dari Financial Planner, Metta Anggriani berikut supaya terlepas dari sikap boros waktu memakai dompet digital:

Yang pertama adalah Menggunakan sebagai budgeting tool

Pemakaian dompet digital yang gampang seringkali membuat orang kebablasan serta pada akhirnya jadi boros. Tetapi, kita dapat lihat bagian positifnya jika dompet digital juga bisa dipakai jadi alat budgeting (budgeting alat) yang lebih praktis serta kekinian. Dengan dompet digital, tentu saja ke mana uang kita pergi akan tertera dengan rapi. “Dahulu orang-tua kita mungkin gunakan amplop untuk membagi, saat ini amplopnya dapat virtual. Tetapi berarti, kita harus tahu pemakaiannya,” kata Metta pada acara yang diadakan theAsianparent di Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (27/11/2019).

Yang kedua adalah Tak perlu punya banyak e-wallet

Tiap penyuplai service dompet digital tawarkan promo yang mengundang selera. Karena itu tidak bingung bila seseorang punyai lebih dari satu dompet digital. Bila kamu diantaranya, kamu butuh waspada sebab di situlah sela kamu dapat jadi boros. Metta merekomendasikan supaya kita tidak punyai kebanyakan dompet digital, sebab berarti uang kita akan tertinggal di banyak tempat. “Sebetulnya aman sebab ada pinnya, tetapi kita dapat lupa serta uang yang berada di dalam condong tidak berkembang,” katanya.

Yang ketiga adalah Membagi dan membatasi sesuai kebutuhan

Bila memakainya dengan teratur, lama kelamaan kita bisa menakar berapakah uang banyak yang dibutuhkan untuk isi dompet digital kita, contohnya untuk satu minggu atau satu bulan. “Jadi, contohnya top up demikian tiap minggu. Berarti, kita dapat membagi alokasinya sesuai dengan keperluan,” sebut Metta. Yang pasti, dompet digital memang dapat menolong sebab jumlahnya promosi atau kontan back. Tetapi penawaran ini harus diakui dengan jeli, sebab dapat membuat kita jadi keterusan belanja.