Berita Terbaru – Influenza ialah penyakit aliran nafas kronis yang mudah menyebar serta virusnya sudah menyebar sampai ke penjuru dunia. Sayangnya, influenza sering dipandang seperti penyakit enteng. Walau sebenarnya, penyakit enteng yang sering disebutkan influenza oleh orang umumnya sebenarnya ialah selesma.

Wajib Tahu Bagi Para Traveling Tips Untuk Menghindari Influenza Saat Berpergian

Keduanya mempunyai tanda-tanda yang sama, namun virus sebabnya yang berlainan. Walau sering disebutkan influenza, selesma dalam literatur dikatakan sebagai Influenza Like Illness (ILI) atau penyakit seperti influenza.

Pada pasien influenza, komplikasi dapat menyebabkan serius, seperti pneumonia, tidak berhasil ginjal, tidak berhasil hati, sampai kematian. Influenza ialah virus yang benar-benar gampang menyebar. Salah satunya yang gampang tertular virus influenza ialah traveler.

Ketua Perhimpunan Alergi-Imunologi Indonesia, Prof. Dr. dr. Irislah Rengganis, SsPD, K-AI, FINASIM menjelaskan, traveler banyak yang datang dari seluruh dunia, terhitung dari wilayah yang ramai masalah influenza. Saat melancong, kita banyak juga berhubungan dengan orang lain, hingga penebaran virus susah dijauhi.

“Analisa, penumpang pesawat yang duduk 1-2 bangku berdekatan atau barisan depan atau belakang dengan penumpang yang terinfeksi virus influenza beresiko tertular sampai 80 %.”

Demikian pembicaraan Irislah dalam acara media gathering di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019) tempo hari. Efek penebaran virus influenza tergantung pada saat keberangkatan serta wilayah maksudnya. Di belahan utara bumi penebaran biasanya berlangsung seputar Oktober-April atau Mei, sesaat dibagian selatan bumi seputar April-September. “Di sejumlah negara tropis seperti Indonesia, penebaran dapat berlangsung selama tahun,” katanya.

Untuk terlepas dari influenza saat melancong, baca panduan berikut:

Yakinkan dalam kondisi sehat sebelum perjalanan.

Sediakan persediaan obat-obatan serta peralatan kesehatan saat akan melancong. Dari mulai tisu, obat penahan ngilu atau penurun panas, hand sanitizer, serta yang lain. “Meskipun tidak sakit, tidak ada kelirunya bawa obat-obatan,” sebut Irislah.

Sebisa mungkin menghindarkan kontak dengan individu sakit. Tutup mulut serta hidung waktu batuk atau bersih, seringkali membersihkan tangan, menghindarkan kebanyakan sentuh mata, hidung serta mulut, dan cukup minum supaya terlepas dari dehidrasi.

Lakukan vaksinasi influenza sebelum perjalanan diawali. Kerjakan vaksinasi influenza paling tidak dua minggu sebelum lakukan perjalanan karena vaksin influenza memerlukan waktu kira-kira dua minggu untuk membuat anti-bodi. Vaksinasi influenza baiknya diberi paling tidak satu tahun sekali. “Vaksinasi itu penting. Murah serta efisien, semestinya memperoleh vaksinasi sebelum terserang flunya,” kata Irislah.