Berita Terbaru – Kementerian Kesehatan RI pastikan membuat program baru menyusul kewajiban dokter spesialis ke pelosok sebagai kerja paksa berdasar keputusan Mahkamah Agung (MA) dalam Judicial Review Nomor 62 P/HUM/2018.

Program Pemerintah Yang Mengirim Dokter Specialis Ke Plosok Dapat Jaminan Dari Kemenkes

Program itu bernama Pendayagunaan Dokter Spesialis, sesuai Perpres Nomor 31 Tahun 2019. Program ini membuat dokter spesialis tidak harus terjun ke pelosok, tetapi berupa panggilan jiwa untuk beberapa dokter spesialis yang ingin mengabdi di wilayah.

“Jadi ada perpres pemberdayaagunaan dokter spesialis, jadi tidak berbentuk harus tetapi kita undang dokter yang mempunyai jiwa dedikasi bersedia kerja di wilayah,” tutur Direktur Jenderal Kesehatan Warga Kemenkes RI, dr. Kirana Pritasari, MQIH pada wartawan selesai RDP dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (5/11/2019).

Dr. Kirana mengklaim peminat program ini lumayan banyak. Walau tidak ingat berapakah angka paling akhir dokter spesialis yang diberangkatkan dalam program ini, dia menjelaskan barusan melepas mereka.

“Nyatanya yang berminat cukup, serta kami senang sekali sebab mereka bersedia diletakkan di rumah sakit kabupaten yang memerlukan tenaga itu. Angka paling akhir tidak ingat, tetapi yang paling akhir kita barusan melepas mereka,” papar Kirana.

Diluar itu, Dr. Kirana pastikan tidak ada faktor desakan dalam program kesempatan ini, dapat dibuktikan dengan beberapa dokter itu tanda-tangani tidak ada faktor keterpaksaan waktu mendaftarkan, serta semua dikerjakan dokter spesialis yang terjun ke wilayah.

“Mereka bersedia tanda-tangan, tidak ada (keterpaksaan),” katanya tegas.

Selebihnya dari faksi Kemenkes RI, menurut Dr. Kirana mengerti relawan atau mendaftarkan program berdasar panggilan jiwa membuka hanya tidak dihargai. Beberapa dokter spesialis ini diyakinkan mendapatkan sarana sepanjang berpraktik, seperti rumah, kendaraan, serta dana stimulan.

“Istilahnya bukan harus, relawan tidak bisa disimpulkan selanjutnya mereka tidak dihargai. Ini hargai pemerintah kirim, kita biayai. Pemda sediakan fasilitasnya, tersedianya tempat, rumah, operasional, kendaraan dan lain-lain, mereka dapat stimulan dari wilayah,” tuturnya.

Mengenai konsentrasi ketrampilan dokter yang dibutuhkan seperti obgyn, anastesi, bedah, penyakit dalam serta dokter anak. Langkah ini hanya supaya rumah sakit wilayah di pelosok yang kekurangan dokter pakar dapat tercukupi hingga service kesehatan menyebar rata.

“Kita ada banyak rumah sakit yang memerlukan spesialis, jadi maksudnya untuk pemerataan keadilan service. Mereka rakyat punyai hak yang sama untuk memperoleh service seperti yang di kota, hingga mereka memerlukan sekali dokter spesialis,” ujarnya.