Berita Terbaru – Perancangan undang-undang mengenai bea materai kelihatannya memperoleh secercah harapan agar bisa diresmikan. Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR RI) optimis faksinya dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dapat setuju menetapkan ketetapan itu.

RUU Bea Meterai Kemungkinan Akan Disetujui

Soepriyanto selaku Anggota Komisi XI DPR RI periode 2019-2024 fraksi partai Gerindra menjelaskan bahasan RUU Bea Materai tinggal 20 % yang mencakup beberapa klausal, contohnya klausal tentang sanksi. Kemenkeu memutuskan sangsi administrasi atas bea meterai yang tidak atau kurang dibayar ialah 100 % dari bea meterai terutang.

Pada beleid RUU sebelumnya mengendalikan sangsi administrasi itu sebesar 200 % dari bea meterai terutang. “Itu tinggal diulas dengan Komisi XI DPR, iya November peluang akan ketok palu, 80 % klausal yang penting kita telah selesai,” kata Soepriyanto pada wartaawn, Senin (28/10/2019).

Bekas Wakil Ketua Komisi XI DPR RI yang sebagai anggota rapat Panja RUU Bea Materai ini makin semangat dapat mengundangkannya karena Menteri Keuangan periode 2019-2024 masih di pimpin oleh Sri Mulyani Indrawati. Hingga, komunikasi dengan pemerintah tak perlu mengulang-ulang tinggal diteruskan. Di lain sisi, formasi dalam Komisi XI DPR RI akan dipastikan esok atau lusa.

Soepriyanto mengemukakan Komisi XI akan diketuai oleh perwakilan fraksi Golkar dengan wakil dari fraksi PDIP, Nasdem, serta PPP. Baru dari sana akan dipastikan kapan agenda tentu bahasan RUU Bea Materai. Yang tentu, Soepriyanto memperjelas RUU ini akan memperoleh prioritas sebab hampir selesai.

Soepriyanto menjelaskan RUU Bea Materai sempat terlambat pada periode DRP RI awalnya karena banyak bahasan RUU yang lain yang lebih jadi rasio prioritas. Contohnya, RUU Budget Penghasilan serta Berbelanja Negara ( APBN) serta Nota Keuangan 2020.

Asal tahu saja, beberapa point penting dalam RUU Bea Materai yang telah di setujui DPR RI serta Kemenkeu diantaranya tingkatkan serta mengubah biaya bea meterai jadi cuma satu biaya sebesar Rp 10.000 per lembar. Angka ini naik dari harga meterai yang berlaku sekarang sebesar Rp 3.000 serta Rp 6.000 per dokumen.