Berita Terbaru – Persib Bandung kemungkinan akan kembali diperkuat Ezechiel N’Douassel waktu bentrokan dengan Persija Jakarta pada minggu ke-25 Liga 1 2019, Senin (28/10/2019). Striker berumur 31 tahun itu awalnya “diparkir” waktu Persib ditahan seimbang Bhayangkara FC dengan score 0-0 pada pertandingan minggu ke-24 sebab luka paha.

Jelang Hadapi Tim Asal Ibu Kota Persib Akan Kembali Diperkuat Penyerang Andalannya

Dokter team Persib, Rafy Ghani, menyebutkan luka yang dirasakan Ezechiel sebenarnya tidak kronis. Namun, team pelatih malas ambil efek hingga putuskan tidak untuk masukkan Ezechiel dalam daftar daftar pemain (DSP) di pertandingan musuh Bhayangkara FC.

Rafy meneruskan, untuk sekarang, keadaan Ezechiel makin lebih baik. Menurut analisisnya, Ezechiel akan ada dalam keadaan yang sempurna saat Persib bertemu Persija. Berarti, pemain dari Chad itu berkesempatan besar di turunkan dalam pertandingan yang akan berjalan di Stadion Kapten, I Wayan Dipta, Gianyar, itu.

“Keadaan Ezechiel saat ini telah bagus, tempo hari memang benar ada permasalahan sedikit dibagian paha, tapi telah lebih baik,” kata Rafy di Lapangan Lodaya, Kota Bandung, Jumat (25/10/2019) petang WIB. “Semoga mendekati laga menantang Persija keadaan kesehatan atau fitnya telah tambah lebih baik, serta ia dapat main,” katanya.

Sisi dari Taktik Ezechiel kelihatannya akan masuk dalam gagasan permainan Persib waktu bertemu dengan Persija. Pelatih Persib, Robert Rene Alberts, tidak menolak jika memarkir Ezechiel waktu teamnya bertemu Bhayangkara FC adalah salah satunya sisi dari strateginya.

Tidak hanya sebab luka, Robert cemas Ezechiel tidak dapat bermain menantang Persija sebab terserang akumulasi kartu kuning. Sekarang, Ezechiel telah mengepak delapan kartu kuning, terserang satu kartu kuning , karena itu Ezechiel harus mangkir pada sebuah pertandingan sebab akumulasi.

Dengan cenderung itu, Robert malas mengambil efek serta pilih memarkir Ezechiel saat teamnya berlaga dengan Bhayangkara FC. “Jangan lupakan di pertandingan tempo hari kami sedikit lakukan perputaran, kami ketahui budaya di Indonesia saat kami mainkan pertandingan menantang Persija, efek mendapatkan kartu kuning jadi tambah tinggi, itu rahasia umum,” kata Robert. “Jadi, kami mempunyai empat pemain yang telah mengumpulkan kartu kuning apabila semua dimainkan, efek mereka akan mangkir menantang Persija makin besar,” katanya.

Robert meneruskan, Persib sekarang sedang hadapi waktu susah. Mereka tidak dapat lakoni pertandingan kandang di Bandung, yang selanjutnya mewajibkan untuk terus melancong ke banyak wilayah untuk lakoni laga. Tidak itu saja, agenda laga yang akan dimainkan Persib dalam beberapa minggu ke depan juga termasuk padat. Dalam keadaan itu, pemain punya potensi alami kecapekan hebat yang dapat menyebabkan luka.

Robert, tidak ingin teamnya terserang efek badai luka, pun tidak dapat mainkan pemain jagoan sebab akumulasi kartu kuning. Karenanya, ia butuh memutar otak supaya pas memastikan formasi pemain yang akan di turunkan dalam laga. “Jadi, kami dengan strategi harus waspada, kami harus imbang (mainkan pemain yang terancam akumulasi) untuk berjaga-jaga, paling tidak jika ada yang akumulasi tidak berefek,” tutur Robert.

“Diluar itu, kami harus juga jaga level pemain supaya tidak merasakan kecapekan sebab terdapat beberapa perjalanan yang dikerjakan. Kami harus jaga pemain tidak kecapekan dan waspada supaya tidak terserang akumulasi kartu,” katanya. Sayangnya, waktu hadapi Persija, Persib diyakinkan tidak diperkuat Esteban Vizcarra. Pemain naturalisasi asal Argentina itu terserang akumulasi kartu

. Pelatih dari Belanda itu sayangkan absennya Vizcarra. Robert juga tidak pahami fakta wasit memberi kartu kuning pada Vizcarra di pertandingan menantang Bhayangkara FC. Namun, Robert dapat sedikit bernapas lega sebab paling tidak Persib dapat mainkan Ezechiel walaupun harus kehilangan Vizcarra. “Bila keduanya (Esteban serta Ezechiel) mangkir kemungkinan memberikan efek yang besar, jadi sekarang team kami masih imbang,” kata pelatih 64 tahun itu.