Berita Terbaru – Baru baru ini E-rekapitulasi menjadi pembicaraan hangat beberap pihak. Hal ini juga akhirnnya sampai ke telingan Hadar Nafis Gumay sebagai Eks Komisioner KPU yang ikut memberikan opininnya perihal Sistem Elektronik Rapitulasi itu. Beliu menjelaskan, proses membuat mode e-rekapitulasi harus lah transparan. E-rekapitulasi rencananya akan dipakai Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pemilihan kepala daerah 2020. Maka dari itu hal ini sudah di bangun semenjak sekarang.

Rancangan Dan Pembuatan Sistem E-Rekapitulasi KPU Harus Terbuka

“Harus diyakinkan benar tidak hanya skema siap, sdm siap, tetapi kepercayaan publik jika ini (skema e-rekapitulasi) akan beres harus ada. Itu dapat dibuat semenjak awal dengan proses terbuka serta partisipatif,” tutur Hadar selesai Focus Grup Discussion (FGD) bertopik aplikasi e-rekapitulasi di negara lain, di lokasi Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (2/10/2019).

Ia menjelaskan, keterkaitan publik untuk transparansi dalam proses pembangunan skema itu dibutuhkan supaya keyakinan warga terjaga. Ia memandang, selama ketentuan telah benar-benar siap serta pelaksana memiliki potensi untuk mengadakan skema itu, karena itu warga akan yakin jika skema yang dipakai benar-benar tepat dalam penghitungannya.

“Kuncinya dalam persiapan ini, harus benar-benar persiapan yang sifatnya terbuka atau transparan semenjak point awal sampai akhir serta partisipatif. Karena jika telah jadi baru diberi tahu, kelak orang tidak paham bagaimana membangunnya,” katanya.

Ia memberikan contoh, Filipina waktu membuat skema elektronik dalam proses pengambilan suara mereka, mengerjakannya dengan terbuka. Mereka lakukan eksperimen serta pelajari berkali-kali. Diluar itu, tehnologi yang akan dipakai kelak penting supaya skema yang dibuat dapat dihandalkan serta kerja secara cepat serta tepat. “Tehnologi serta infrastrukturnya, komponen-komponen pendukung seperti jaringan, server, serta yang lain itu benar-benar harus dapat menyimpan. Keamanan sistemnya penting juga. Itu harus juga diyakinkan,” katanya.

KPU RI sendiri merencanakan mengaplikasikan e-rekapitulasi untuk mengalkulasi hasil pengambilan suara berdasar skema elektronik, diawali dari Pemilu 2020 akan datang. Ketua KPU Arief Budiman membidik, tahun 2019 ini semua persiapan, analisis, dan lain-lain dapat selesai dikerjakan. “Hingga sasarannya, Februari/Maret 2020 kita harus telah simpulkan, e-rekapitualsi diterapkan ataukah tidak,” sebut ia.