Berita Terbaru – Sriwijaya Air direferensikan untuk hentikan operasinya. Referensi ini berawal kala anak usaha Garuda Indonesia, GMF Aero Asia, hentikan service perawatan (pemeliharaan) pesawat Sriwijaya Air. Hal tersebut membuat Sriwijaya Air dipandang tidak penuhi standard keamanan Referensi juga ada sesudah dikerjakan pengawasan dari Direktorat Kelaikudaraan serta Pengoperasian Pesawat Udara (DKPU), Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Inilah Alasan Alasan Dibalik Terhentnnya Rekomendasi Penerbangan Sriwijaya Air

Sriwijaya Air juga lakukan line pemeliharaan sendiri dengan cara engineer on board (EOB) dengan banyaknya 50 orang. Terbagi dalam 20 orang certifying staff, 25 orang RII serta certifying staff serta 5 orang management and control. Personil itu terdiri dari 4 group.

Sriwijaya Air juga lakukan kerja sama line pemeliharaan dengan PT JAS Engineering jadi pemegang AMO 145 pada 3 hari semenjak 24 September 2019. Diluar itu, Sriwijaya Air lakukan kerja sama brake and wheel dengan PT Muladatu serta PT JAS Engineering jadi pemegang AMO 145.

DKPU akan melakukan pengawasan serta pelajari pekerjaan operasi penerbangan berdasar potensi yang dipunyai Sriwijaya Air itu. Setlah dikerjakan pertemuan serta diskusi dengan Direktur Tekniknya pada 28 September 2019, dan dengar laporan dari DGCA didapati jika tersedianya tools, equipment, minimal spare serta jumlahnya qualified engineer yang ada nyatanya tidak sesuai laporan yang tercatat dalam persetujuan yang diadukan pada Dirjen Perhubungan Udara serta Menteri Perhubungan.

Terhitung bukti jika Sriwijaya Air belum sukses lakukan kerja sama dengan JAS Engineering atau MRO lain berkaitan suport Line Pemeliharaan. Ini bermakna Risk Index masih ada dalam zone merah 4A yang berarti tidak bisa diterima dalam kondisi yang ada. Index itu memandang jika Sriwijaya Air kurang serius pada peluang yang sudah diberi pemerintah untuk lakukan perbaikan.

Dengan menimbang rincian itu, karena itu pemerintah telah memiliki cukup bukti serta fakta untuk menindak Sriwijaya Air setop operasi sebab beberapa fakta itu. Bukti itu pun akhirnnya digunakan untuk menindak mereka. Berkenaan dengan hal tersebut sesudah dibicarakan karena itu direferensikan Sriwijaya Air mengatakan setop operasi atas ide sendiri.