Berita Terbaru – Cardiac arrest atau henti jantung ialah detak jantung yang mendadak berhenti. Cardiac arrest dapat berlangsung pada siapa saja, kapan saja serta dimana saja. Ketua Pusat Riset Kardiovaskuler Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof A Purba menjelaskan, cardiac arrest dikarenakan beberapa hal. “Pertama, terdapatnya serangan jantung tiba-tiba yang disebutkan angin duduk.

Apa Sebernannya Cardiac Arrest ? Belum Tahu Berikut Penjelasannya

Sesudah serangan angin duduk mendadak jantung tidak berdenyut ,” tutur Purba pada Kompas.com, baru saja ini. Pemicu ke-2, terdapatnya penebalan dinding jantung yang disebutkan kardiomiopati. Penebalan ini terkait dengan penebalan pada otot jantung. Ke-3, kelainan skema listrik jantung. Purba menjelaskan, jantung berdetak sebab ada saluran listrik dengan teratur dari pusatnya. “Penyebab selanjutnya ialah kelainan pembuluh darah jantung karena pengapuran,” paparnya.

Pemicu seterusnya yakni mendadak jantung berdetak secara cepat. Umumnya di antara 60-100, tetapi ada yang sampai 150-200 serta itu benar-benar mematikan. “Kalau jantung berdenyut cepat atau fibrilasi, tidak ada darah yang dipompa, hanya berdenyut saja,” katanya.

Pemicu paling akhir yang seringkali ialah kelainan katup jantung. Di antara bilik kiri kanan, serambi kiri kanan, otot jantung ada masalah, hingga saluran disana jadi kalut. Purba menerangkan, tanda-tanda cardiac arrest umumnya dimulai pusing mengagumkan, dibarengi napas pendek tersengal-sengal. Selanjutnya dada berasa sakit mengagumkan, detak jantung tidak teratur serta lebih cepat. Bila telah semacam itu, umumnya dibarengi kejang-kejang. Baik di tangan, kaki, serta pada akhirnya pasien tidak sadarkan diri. “Kalau kita dapatkan semacam itu, kita berlomba-lomba dengan waktu.

Karena wafatnya satu orang sebab cardiac arrest bukan lantaran tidak ada pakar jantung ataulah bukan sebab sarana UGD, tetapi dipastikan siapa yang temukan pertama-tama,” paparnya. “Karena jantung tidak bisa kekurangan oksigen, kekurangan darah lebih dari 6 menit,” katanya. Jika warga temukan orang dengan detak jantung tidak berdenyut, tidak bernapas, selekasnya berikan pertolongan hidup basic (CPR). “Pompa jantungnya, berikan pernafasan dengan tiup mulutnya. Sekalian kita bawa serta ke UGD paling dekat,” katanya.

Mencegah Untuk menahan cardiac arrest lakukan gaya hidup sehat. Selanjutnya kontrol diri atau medical cek up dengan teratur. Untuk orang yang kurang dari umur 40 tahun cukup satu tahun sekali. Tetapi buat orang berumur 40 tahun ke atas, kerjakan kontrol 2x satu tahun. “Kalau sakit jantung berasa ngilu, bagus ada gejalanya. Yang tidak berasa, yang menjadi permasalahan. Itu berlangsung jika kita jarang-jarang cek up. Nah, umumnya diketemukan waktu medical cek up,” paparnya. Selanjutnya, olahraga yang teratur. Tetapi yang perlu diingat, waktu olahraga, beberapa orang lupa jika ia bukan olahragawan. Dia meningkatkan jantungnya untuk menang, walau sebenarnya tidak dapat.

Karena itu, untuk menahan cardiac arrest, olahraga yang dikerjakan semestinya sejenis aerobik. Seperti jalan, berenang, naik sepeda, minimum 3 kali satu minggu serta optimal 5 kali dengan waktu 30-60 menit. “Bedakan di antara olahraga kesehatan dengan berolahraga prestasi,” katanya. Hal seterusnya yang perlu dilihat ialah manajemen depresi, yaitu menghindarkan depresi atau mengelolanya supaya tidak jadi permasalahan kesehatan.