Berita Terbaru – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera baru baru ini memberikan sebuah peryataan yang cukup menarik perhatian banyak pengamat politik dan public. Wakil ketua Komisi II DPR RI Itu menanyakan fakta beberapa anggota DPRD Banten menggadaikan surat ketetapan (SK) untuk kredit ke perbankan. Rumor ini memang sudah tersebar dalam beberapa minggu terakhir ini.

Mardani Ali Sera Tanggapi Isu Surat Keputusan Atau SK Di Kendalikan DPRD Banten

Dan akhirnnya pun isu atau rumor ini sampai ketelinga Mardani Ali Sera. Mardani memandang hal itu adalah kejadian yang perlu dikaji dan pendapatkan perhatian lebih dari beberapa faksi pemerintahan. “Kejadian ini harus dikaji apa penyebabnya. Apa sebab tutup hutang kampanye atau sebab sesuaikan tampilan sebab telah dipilih,” kata Mardani pada wartawan, Senin (9/9/2019).

“Bagaimana juga, utang bukan suatu yang disarankan. Terkecuali jaga prinsip tidak besar pasak dibanding tiang,” paparnya. Tidak hanya butuh pengkajian dan juga penulusuran lebih dalam, Mardani minta semasing partai mengatur beberapa kadernya yang menggadaikan SK. Hal ini dianggap sangat penting karena sangat menggangu keadilan. Politisi PKS itu juga cemas bila tidak dikendalikan akan ada imbas jelek

“Pimpinan partai butuh mengatur serta jaga ekses dari kejadian ini. Khawatirnya gadai SK membuat banyak calon legislatif berani untuk terima uang yang tidak jelas,” sebut Mardani. Meski begitu, Mardani memperingatkan supaya tiap partai ambil aksi yang bijak. Jangan pernah, ia menjelaskan aksi partai malah memutuskan keinginan kadernya.

“Saran saya, jangan memutuskan keinginan orang. Biarlah ini diberikan pada partai semasing,” tuturnya. Dikabarkan awalnya, ada beberapa puluh anggota DPRD Banten yang menggadaikan SK untuk credit perbankan. Sekretaris DPRD Banten Deni Hermawan menjelaskan, dari 85 anggota, telah 10 orang yang menggadaikan SK ke perbankan yang dia membantu persyaratannya.

Menurut Deni, beberapa anggota DPRD Banten punyai beberapa fakta menggadaikan SK. Jumlahnya yang dipinjam juga variasi, sampai beberapa ratus juta dengan plafon 1-2 tahun. “Dibanding minjem ke rentenir, kan ingin sekolahin anak, keperluan perbaikan rumah, kan bisa saja semacam itu,” kata Deni waktu dihubungi wartawan, Senin (9/9).