Berita Terbaru – Kampanye pengurangan sampah plastik, terhitung berbentuk kantong belanjaan, membuat beberapa orang memakai kantong alternatif, diantaranya ialah tote bag yang dapat digunakan berkali-kali. Walau lebih ramah lingkungan dibandingkan kantong plastik yang cuma bisa di pakai sekali, tote bag, apapun materialnya, nyatanya perlu lebih banyak daya untuk menghasilkan, mengalirkan, serta mendaur ulang. Kantong plastik memang bahaya buat lingkungan dan kesehatan. Walau demikian, penggunaan tas memiliki bahan katun, polyester, maupun polipropilena, jadi tas yang dapat digunakan berkali-kali, nyatanya mempunyai dampak tidak baik juga.

Kelamahan Dari Kantong Tote Bag Yang Digadang Gadang Jadi Pengganti Plastik

“Tergantung pada konstruksinya, tas yang digunakan berulang-ulang itu memerlukan proses daur ulang yang tambah mahal untuk memisahkan materialnya yang berbeda-beda. Resikonya, tas yang dapat digunakan berulang-ulang itu tidak didaur ulang,” demikian berdasar laporan dari Program Lingkungan PBB. Hal tersebut bermakna, lepas dari maksudnya yang baik untuk gantikan kantong berbelanja plastik, kantong berbelanja seperti tote bag itu akan selesai di pembuangan sampah. Ditambah lagi, tote bag sekarang digunakan jadi bagian dari promo atau pemasaran produk. Ii bermakna, terdapat beberapa tas-tas itu yang digunakan 1x (bahkan juga tidak digunakan benar-benar), lalu selesai di tong sampah. Diluar itu, tidak semua tas yang dapat digunakan berulang-ulang itu sama dengan dalam hal kekuatannya di daur ulang.

Ada bermacam type reusable bag, dari mulai yang ukurannya besar sampai yang dapat dilipat kecil serta masuk saku. Ada tas yang berbahan tebal serta kuat, tetapi ada pula yang tipis. Tas yang digunakan berulang-ulang itu biasanya terbuat dari beberapa macam material. Dalam siklus hidupnya, tas yang kuat serta berat, apapun materialnya (walau katun ialah yang terjelek), akan berefek semakin besar pada lingkungan. Ini sebab tas yang lebih berat menggunakan beberapa sumber daya dalam membuatnya dan distribusinya.

Walau demikian, tote bag yang dapat digunakan berulang-ulang itu tetap dikit lebih baik dibandingkan tas plastik. Nah, untuk kurangi dampak jeleknya buat lingkungan, ada banyak hal yang dapat kita kerjakan:

  • Bila kita mempunyai banyak tote bag serta tidak ingin menyimpannya, jangan langsung dibuang. Kita dapat menyumbangkannya.
  • Sesuai maksudnya, semestinya tote bag itu kita gunakan berkali-kali sebanyak-banyaknya. Menurut satu riset, kita harus memakai tote bag katun sekitar 327 kali untuk sampai rasio pemakaian karbon. Jadi perbandingan, tas kerta perlu digunakan 7 kali serta tas plastik 2 kali.
  • Tote bag yang digunakan untuk belanja bahan makanan kemungkinan memiliki kandungan banyak bakteri. Bila ta situ digunakan untuk bawa daging, ikan, buah, atau sayuran, rajin-rajinlah mencucinya. Dianjurkan untuk mencucinya setiap saat kita menggunakannya ke pasar. Kita dapat juga memisahkan tote bag untuk bahan makanan basah serta kering untuk menahan kerancuan bakteri.