Berita Terbaru – Iwa Karniwa selaku Sekda Jawa Barat (Jawa barat) ditahan KPK jadi terduga masalah sangkaan suap berkaitan project Meikarta. Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) menjelaskan Gubernur Jawa barat Ridwan Kamil dapat membuat panitia seleksi (Pansel) untuk isi tempat Sekda sebab Iwa ditahan. “Itu kebijaksanaan Gubernur. Pak Gubernur kan otoritas seutuhnya di Pak Gubernur sebab user-nya beliau serta beliau yang lakukan seleksi. Panselnya itu harus ditanyakan dengan KASN (Komisi Perangkat Sipil Negara),” kata Kapuspen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar, Jumat (30/8/2019).

Di Duduga Terima Suap Sekda Jawa Barat Di Tahan KPK

Nanti, Gubernur akan memberikan sekurang kurangnnya 3 nama calon melalui Mendagri untuk dipastikan oleh Presiden. Sekda yang dipilih akan ditetapkan melalui Keppres. “Sekda itu kan eselon 1, kata undang-undang ASN harus melalui pansel. Dikerjakan seleksi, hasil seleksi itu tiga orang hasilnya diserahkan oleh Gubernur pada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri. Kelak sidang TPA, Team Penilai Akhir Jabatan, di pimpin oleh presiden langsung itu. Kelak dipastikan satu antara tiga hasil pansel itu. Kelak ada keppres-nya,” katanya.

“Kita berikan ke Pak Gubernur ya,” paparnya. Iwa sebetulnya telah cuti besar sepanjang tiga bulan untuk konsentrasi hadapi masalah hukum di KPK. Ridwan Kamil sudah menunjuk Plh Sekda serta juga ajukan dua nama untuk calon penjabat (Pj) Sekda Jawa barat ke Kemendagri.

KPK memutuskan Iwa jadi satu diantara dua orang terduga baru dalam dua masalah berlainan berkaitan project Meikarta. Terduga yang lain ialah bekas Presiden Direktur Lippo Cikarang Bartholomeus Toto. Toto dijaring KPK jadi terduga sebab disangka memberikan suap pada bekas Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin. KPK menyangka Toto memberikan restu pemberian uang Rp 10,5 miliar pada Neneng untuk memuluskan perizinan Meikarta.

Selain itu, Iwa diputuskan jadi terduga sebab disangka terima suap Rp 900 juta. Uang itu disangka berkaitan pengurusan Ketentuan Wilayah mengenai RDTR Kabupaten Bekasi. Sekarang, Iwa telah ditahan KPK. Diakuinya akan menggikuti proses hukum yang ada. “Barusan telah bisa kontrol dengan baik serta profesional oleh penyidik saya akan turuti proses (hukum),” kata Iwa waktu keluar gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (30/8).