Berita Terbaru – KPK telah mempunyai beberapa data harta kekayaan calon pimpinan KPK yang selamat tes psikologi. Komisi pemberantasan Korupsi Didapati, 27 dari 40 Capim KPK yang selamat tes psikologi sudah mengemukakan Laporan Harta Kekayaan Pelaksana Negara (LHKPN). Juru Bicara KPK Febri Diansyah memaparkan beberapa harta kekayaan yang dipunyai Capim KPK yang telah selamat tes psikologi.

Karena kesalahan Penginputan Data Di Duga Calon Pimpinan KPK Punyai Harta Yang Menyentuh Angkat Treliun

Dia menjelaskan harta paling banyak Capim KPK yang selamat sampai Rp 19 miliar. Meskipun begitu, Febri tidak memaparkan jati diri nama itu. “Yang paling banyak ialah dari Rp 1 miliar s/d Rp 10 miliar. Jadi, lebih dari 80 % calon pimpinan KPK itu sebaran kekayaannya Rp 1 miliar s/d Rp 10 miliar atau 22 orang. Kekayaan yang paling kecil yang tertera di laporan kami ialah Rp 43 juta serta yang paling besar ialah Rp 19,6 miliar,” papar Febri.

Diluar itu, Febri menjelaskan ada satu calon pimpinan KPK yang salah masukkan data hingga harta kekayaannya tertera lebih dari Rp 1 triliun. “Ada satu calon yang kami lihat dari laporan yang di-‘input’ oleh calon itu saat jadi pelaksana negara itu kekayaannya lebih dari Rp 1 triliun. Kami sangka ini disebabkan kekeliruan ‘input’ dari yang berkaitan berkaitan pada harga serta pemilikan tanah,” katanya.

KPK, katanya, awalnya juga lakukan klarifikasi serta mengirim pertanyaan-pertanyaan pada yang berkaitan masalah kekeliruan data itu. “Tapi sebab belumlah ada tanggapan karena itu masih tertera sejumlah itu. Saya anggap bila calon itu masih ingin lakukan perbaikan serta penelusuran , itu benar-benar sangat mungkin pada proses LHKPN dengan elektronik yang ada sekarang karenanya sisi proses dari klarifikasi,” papar Febri.

Dikabarkan awalnya, pansel calon pimpinan KPK di gedung Sekretariat Negara (Setneg), Jakarta, Senin sudah menginformasikan 40 orang calon yang selamat tes psikologi. Mengenai dari 40 orang yang lulus tes psikologi itu, mereka datang dari beberapa latar, yaitu

Akademisi/dosen: 7 orang, Advokat/konsultan hukum: 2 orang, Jaksa: 3 orang, Pensiunan Jaksa: 1 orang, Hakim: 1 orang, Anggota Polri: 6 orang, Auditor: 4 orang, Komisi Kejaksaan/Komisi Kepolisian Nasional: 1 orang,
Komisioner/pegawai KPK: 5 orang, PNS: 4 orang, Pensiunan PNS: 1 orang, Lain-lain: 5 orang. Peserta yang dikatakan lulus tes psikologi harus ikuti seleksi step selanjutnya, yakni “profil assesment” yang akan diadakan pada Kamis-Jumat, 8-9 Agustus 2019 jam 07.30 WIB di ruangan Dwi Warna Gedung Panca Gatra, Instansi Ketahanan Nasional Jalan Kebon Sirih Raya Nomer 24-28, Gambir.