Berita Terbaru – Melihat performa pra musim Liverpool banyak beberapa pihak yang bernai mengatakan bahwa the reds akan finish di bawah 4 besar pada klassemen Liga Inggris musim 2019-2020. Ada yang namanya “sumpah” runner-up buat Liverpool dalam perjalanannya di Premier League – kelas paling atas Liga Inggris. Selama sejarah Premier League, telah 3x The Reds berkompetisi sampai akhir persaingan dengan team yang pada akhirnya jadi juara Liga Inggris. Fakta atau sejarah ini memang sangat tidak menguntungkan bagi Liverpool

Prediksi Mengejutkan Posisi Liverpool Di Musim Depan Premier League

Musim yang membuat Liverpool Harus berjuang samapai akhir kompetisi adalah. Pertama pada masa Gerard Houllier. Bersama dengan Phil Thompson yang sudah sempat menggantikannya sepanjang 5 bulan, Sami Hyypia dkk finish di tempat ke-2 dibawah Arsenal pada musim 2001-2002. Namun, musim selanjutnya, prestasi mereka anjlok. Michael Owen dkk finish di tempat ke-5 serta tidak berhasil mengambil langkah ke Liga Champions. Rafael Benitez sudah sempat mendatangkan optimisme buat beberapa Kopites musim 2008-2009.

Pelatih dari Spanyol itu bawa Liverpool finish dibawah Man United. Keinginan jadi juara juga melambung hadapi musim baru. Namun, jauh panggang dibanding api sebab Liverpool malah terjerembap ke tempat ke-7. Kekeliruan taktik transfer, dengan melepas Xabi Alonso diantaranya, dipandang jadi satu diantara pemicu kegagalan itu. Lima tahun berlalu Brendan Rodgers hampir bawa Liverpool.

The Reds dapat jadi kampiun seandainya tidak ada kejadian Steven Gerrard terpeleset pada pertandingan menantang Chelsea. Rodgers nampaknya mengulang-ulang kekeliruan transfer seperti pendahulunya, Benitez. Ia melepas Luis Suarez tapi Mario Balotelli jadi alternatif tidak berhasil cemerlang. Liverpool juga tidak berhasil jadi kompetitor titel juara pada musim selanjutnya serta cuma finish di tempat ke-6. Siklus lima tahunan itu kembali berlangsung.

Sesudah 2008-2009 serta 2013-2014, Liverpool dibawah Klopp sekarang kembali finish di tempat ke-2 klassemen Premier League. Selama ini, Klopp belum lakukan transfer pemain besar untuk meningkatkan kemampuan teamnya. Akankah sumpah itu bersambung atau malah akan selesai sekaligus juga jadi akhir penantian 30 tahun?