Berita Terbaru – Manchester United dipercaya telah tempuh jalan yang benar dengan beli Harry Maguire dari Leicester City. Keinginan Man United untuk Memboyong sang pemain memang sudah mereka inginkan sejak awal awal bursa transfer dibuka. Maguire disebutkan akan selekasnya dipublikasikan jadi salah satu rekrutan baru MU dalam tempo dekat ini. Bukan Main, MU harus keluarkan 80 juta poundsterling untuk memperoleh pemain yang diidamkan Ole Gunnar Solskjaer itu. Biaya transfer itu akan mengangkat Maguire jadi bek termahal di dunia dalam sejarah dunia persepakbolaan.

Keluarkan Dana Besar Untuk Membeli Pemain Belakang. Man United Ikuti Langkah Kedua Tim Kuat Liga Inggris

Langkah ini mungkin saja pertaruhan besar untuk MU. Bila Maguire dapat dibuktikan pas, investasi 80 juta pounds itu akan terlewatkan. Tetapi, bila Maguire nyatanya tidak dapat mengakhiri permasalahan MU, permasalahan baru akan terbentuk. Bekas pemain Liverpool, Robbie Fowler yakin pembelian Maguire ialah ketetapan paling baik MU dalam beberapa waktu paling akhir. MU perlu memperhatikan Man City serta Liverpool untuk mengerti utamanya kemampuan defensif. Man City sudah pernah habis-habisan beli pemain bertahan seperti John Stones, Aymeric Laporte, Benjamin Mendy, Kyle Walker, serta beberapa pemain lain. Liverpool mengerjakannya dengan Virgil van Dijk serta Andrew Robertson.

“Bagaimana juga, MU harus mengawali di satu titik. Dengan beli Maguire, MU sudah ikuti jalan yang sama, yang awalnya dilalui oleh dua team terkuat sekarang [Man City serta Liverpool],” kata Fowler pada Mirror. “Menarik memperhatikan jika Man City serta Liverpool meningkatkan ruang itu [pertahanan] sebaik-baiknya dalam dua musim paling akhir, pecahkan rekor transfer untuk beberapa bek [dan penjaga gawang].”

Secara singkat, MU mengikuti pendekatan: bertahan secara baik serta bikin gol sebanyak-banyaknya. Dengan pertahanan kokoh, beberapa striker dapat bermain lebih bebas serta nyaman untuk cetak gol. “MU saat ini lakukan langkah yang sama juga dengan beli Maguire serta saya dapat meyakini itu akan berefek positif,” lanjut Fowler. “Bila mereka susah dibobol, MU akan lebih gampang membuat strategi untuk mengoptimalkan penyerang-penyerang mereka untuk memenangi laga – sama seperti langkah Liverpool musim kemarin,” tutupnya.