Berita Terbaru – Usaha yang perlu terus dikerjakan adalah membuat Loyalitas menumbuhkan toleransi dalam ketidaksamaan, cari titik jumpa, bukan cari titik ketidaksamaan. Hal itu dapat juga direalisasikan dalam Loyalitas kesepakatan, attafaahum, mutualunderstanding, dengan demikian kita dapat pastikan jika kehidupan kita damai serta serasi, jadi benteng atas fanatisme, radikalisme. Hal itu dikatakan oleh Deputi Peningkatan Pemuda Kemenpora RI Dr. H.M Asrorun Ni’am Sholeh, MA dalam pidato penutupan serta pembacaan deklarasi ASEAN Youth interfaith Camp 2019 10/07/2019. Sang deputi sangat ingin meningkatkan rasa kesetian dan toleransi serta saling menghargai perbedaan yang ada agar kita lebih bisa menghargai kehidupan ini dengan lebih baik. Dalam Pertayaannya kepada para Peserta AYIC

Statement Menpora Untuk TIngkatkan Rasa Saling Menghargai

“Peserta AYIC 2019 diinginkan jadi profil yang aktif menahan bentuk fanatisme ekstrim, ekstrimisme, serta radikalisme atas nama agama, etnik, ras serta kelas. Pemuda ASEAN harus aktif dalam mempropagandakan sekaligus juga jadi role mode dalam wujudkan nilai kebersamaan jaga perdamaian” tutur Seketeris Komisi Fatwa MUI ini.

Deputi peningkatan Pemuda Kementerian Pemuda serta Olah Raga RI, sebagai wakil pemerintah Republik Indonesia, mengemukakan terima kasih pada seluruh pihak yang terjebak dalam menyukseskan pekerjaan AYIC 2019 khususnya pada ASEAN Secretary, Kemenko PMK, Dinas Pemuda serta Olah Raga DKI Jakarta, Dinas Pemuda serta Olah Raga NTB dan Kepolisian Wilayah NTB yg ikut memberi pertolongan penyelamatan sepanjang proses pekerjaan AYIC 2019 terselenggara. AYIC 2019 yg diadakan semenjak tanggal 7 Juli 2019 serta selesai pada 11 Juli 2019 ini membuahkan Deklarasi Lombok yang dikatakan oleh semua utusan perwakilan negara ASEAN.

Beberapa butir deklarasi itu diantaranya: Loyalitas pada kesadaran diri akan keragaman; Janji tetap bicara yang benar menjauhi Kebohongan; Janji untuk memberikan efek positif pada warga; Memiliki komitmen untuk hidup bertoleransi serta sama-sama kesepakatan. Ada dalam penutupan serta deklarasi Lombok itu diantaranya utusan Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan RI, Perwakilan Dinas Pemuda serta Olah Raga Jakarta serta kepala dinas Pemuda serta Olah Raga Nusa Tenggara Barat.